AWAN dan RUMPUT Tak Sampai.


               doc : Telyawar. Amarduan

   Aku melukis wajah pada Angan-angan, aku menemukan pintu yang belum pernah terbuka dalam mimpi dan terbagun untuk melukai diri,
aku selalu mendengar keluhan dari kabut disiang hari dan dan lolongan di malam penuh gelap, aku mencari jalan keluar, tapi ketularan yang aku temui pada persimpangan senyum segala hewan-hewan di taman penuh bunga.
  Akan aku kibarkan suara dari para pejuang rindu untuk bertemu di malamnya bintang berpadu dengan terangnya bulan di malam hari. Aku ingin sekali menjadi yang tak berbicara namun selalu disampingmu.
   Awan ingin berbisik tetapi terlalu tinggi dan aku terlalu rendah, rumput ingin berbicara namun tertiup angin dan menoleh untuk kita mengerti apa maksudnya, gerak bahasa tubuh untuk setiap gerak keyakinan yang dalam untuk setiap cermin yang sudah pecah.

                        Ambon, 28 Juni 2019

Komentar

Postingan Populer