
Setiap detik waktu berbunyi, akupun berbisik kepada malam, dalam bilik-bilik ruang rindu yang sendu aku menitip rindu yang penuh keluh, agar aku bisa mendapat tempat teduh paling seru di ruang cinta yang masih penuh dengan dunia imajinasi yang terblokir oleh wawasan pada kata awalan sapa waktu kita bertemu Aku ingin menitip cahaya namun lampupun akan redup di saat kita bersama berjalan melewati malam dengan memegangmu erat aku tahu bahwa malam ini membutuhkan gelap agar cahaya kita bisa sampai pada gelap yang masih berkeliaran jauh di bibir seorang karina yang masih jatuh hati pada jiwa yang berkelana mencari kebenaran. Karina menutup pintu agar hujan tak dapat menembus rindu, yang masih tertata rapi di bilik hati seorang karina, marilah karina aku menitip kisah panjang pada hujan jadi bukalah mantelmu dan basahilah tubuhmu, agar kau tahu bagaimana rindu bekerja untuk memeluk dunia dengan mengenggam tanganmu di balik kain lembut yang belum terisi kehangatan kita.
Telyawar. Hendraningrat. Amarduan |
Komentar