KUPIKUL SALIB, KUPILIH KASIH

Hari ini aku berdiri,
bukan sebagai yang sempurna,
tapi sebagai yang bersedia—
memikul Salib dan berjalan bersama-Nya.

Di altar kasih yang kudus,
aku serahkan hidupku,
bukan untuk kenyamanan dunia,
melainkan untuk kebenaran yang kekal.

Aku tahu,
jalan ini tak selalu rata,
kadang penuh duri,
kadang sunyi.

Namun di setiap luka,
ada tangan-Nya yang mengobati,
di setiap jatuh,
ada kasih-Nya yang mengangkat.

Menjadi milik Kristus,
bukan soal hafal ayat dan nyanyian,
tapi tentang hati yang taat
dan hidup yang jadi terang.

Kini, di hadapan jemaat dan Surga,
aku berjanji:
untuk percaya,
untuk setia,
untuk berjalan dalam kehendak-Nya.

Kupikul Salib—bukan karena kuat,
tapi karena Dia lebih dahulu memikulku.
Kupilih kasih—bukan karena layak,
tapi karena anugerah-Nya cukup bagiku.

Biar dunia menawar jalan lain,
aku tetap memilih Golgota,
karena di sana,
cinta-Nya menjadikanku baru.

Telyawar,2025
---

Komentar

Postingan Populer